Museum Benteng Vredeburg, Mesin Waktu Yang Membawa Pengunjung Kembali Ke Masa Lampau

Berlibur atau berwisata sambil menambah wawasan sejarah merupakan wisata yang bermanfaat dan menjadi nilai plus tersendiri bagi para orang tua yang ingin mengajak anaknya menikmati liburan. Jogja mempunyai sebuah Museum Sejarah masa lampau yang wajib anda ketahui, namanya adalah Museum Benteng Vredeburg.

Museum Benteng Vredeburg

Museum Benteng Vredeburg sendiri berada di pusat kota Yogyakarta, lokasi tepatnya berada di sebelah utara Kraton. Bangunan yang berdiri sejak tahun 1765 ini menjadi salah satu cagar budaya yang wajib dilestarikan dan dijaga agar peninggalan peristiwa yang terjadi dimasa lampau tetap bisa menjadi pengingat dan penyemangat juang generasi sekarang dan masa yang akan datang.

Museum Benteng Vredeburg merupakan salah satu bangunan bersejarah yang ada di kota Jogja. Berdiri di atas tanah dengan luas kurang lebih 2.100 meter persegi. Bangunan ini dulunya merupakan benteng pertahanan, namun pada tahun 1985 benteng tersebut dijadikan museum dan dibuka untuk umum. Wisatawan lokal ataupun mancanegara yang mengunjungi tempat ini datang dari berbagai kalangan dan usia.

Didalam museum ini banyak sekali peninggalan-peninggalan sejarah jaman perjuangan dan sejarah Yogyakarta yang ditata sedemikian rupa sehingga akan menambah kesan tempo dulunya yang begitu kental. Mungkin hal itulah yang menjadikan hal tersebut merupakan salah satu pesona atau daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang ke Benteng Vredeburg ini.

BACA JUGA: Wisata Jogja Paling Menarik Untuk Dikunjungi

Sejarah Museum Benteng Vredeburg

Tahun 1760, dibawah pimpinan Gubernur Nicolaas Harting, Belanda meminta kepada Sri Sultan Hamengku Buwono I untuk mendirikan benteng/bangunan ini diarea kraton yang jaraknya hanya satu jangkauan tembak meriam. Dengan alasan keamanan, Gubernur baru W.H. van Ossenberg ingin benteng ini dijadikan permanen, usul ini diterima dan pembangunan dimulai tahun 1767. Seorang insinyur Belanda Ir. Frans Haak mengawasi jalannya pembangunan ini dan baru selesai tahun 1787. Kemudian benteng baru ini kemudian diberikan nama Rustenburg, yang mempunyai arti Benteng Peristirahatan. Tahun 1867 Jogja dilanda gempa dan benteng ini rusak dibeberapa bagian. Perbaikan dilakukan, setelah perbaikan selesai bangunan diganti namanya menjadi Vredeburg. Nama Vredeburg mempunyai arti Benteng Perdamaian. Selanjutnya, baru pada tahun 1998 tepatnya tanggal 28 Oktober, bangunan ini diresmikan oleh Prof. DR. Edi Sedyawati menjadi Museum, beliau adalah Direktur Jenderal Kebudayaan pada saat itu.

Harga Tiket Masuk

Harga Tiket Masuk Museum Benteng Vredeburg

Masuk ke museum ini biayanya sangat murah. Tarif murah ini bertujuan untuk bisa menjangkau semua kalangan dan usia. Untuk anak-anak (setingkat TK,SD,SMP,) tiket masuknya hanya Rp2.000 dan untuk dewasa Rp3.000, sedangkan turis asing akan di kenakan biaya Rp10.000. Bagi yang datangnya rombongan harga tiketnya bisa lebih murah lagi karena akan mendapatkan potongan harga. Rombongan yang mendapatkan diskon minimal 20 orang. Rombongan dewasa akan mendapatkan harga Rp2.000 per orang dan rombongan anak-anak sebesar Rp1.000.

Pengunjung hanya bisa datang pada hari Selasa s/d Minggu ke Museum Benteng Vredeburg ini. Hari Senin dan Hari Libur Nasional museum TUTUP. Museum dibuka pada pukul 07.30 s/d pukul 16.00 WIB. Khusus hari Jumat, dibuka pukul 07.30 dan tutup pukul 16.30 WIB.

BACA JUGA: Wisata Klaten Paling Menarik Untuk Dikunjungi

Diorama Benteng Vredeburg

Didalam ruang pameran Museum Benteng Vredeburg ini terdapat banyak diorama yang memberikan gambaran dan informasi tentang peristiwa dan kejadian sejarah pada masa itu. Berikut beberapa diorama Benteng Vredeburg yang bisa dilihat saat berkunjung.

Diorama I

Diorama 1 Pasukan Jepang Memasuki Kota Yogyakarta

Di ruang pameran ini penggambaran Periode masa perjuangan Pangeran Diponegoro sampai Jepang menduduki Jogja dibagi menjadi 11 minimara. Pengunjung bisa melihat adegan Pangeran Diponegoro mengatur siasat melawan Belanda dengan tokoh perjuangan lainnya seperti Alibasah Sentot Prawiradirja, Pangeran Mangkubumi, Kyai Maja dan Pangeran Angabei Jayakusumo. dan beberapa diorama lainnya seperti Kongres Pertama Boedi Oetomo, berdirinya organisasi Muhammadiyah, buruh gula jogja mogok kerja, Kongres Perempuan Indonesia yang Pertama, Kongres Jong Java, berdirinya Tamansiswa, diorama penobatan Sri Sultan Hamengku Buwono IX, penggalian selokan Mataram dan diorama masuknya pasukan Jepang ke Yogyakarta juga ada disini.

Diorama II

Diorama 2 Pertempuran Kotabaru Yogyakarta

Diorama kedua yaitu terdiri dari 19 minimara yang menggambarkan peristiwa sejarah proklamasi kemerdekaan Indonesia hingga dengan agrasi militer Belanda pada masa lampau di Indonesia. Disini pengunjung bisa mulai melihat dari diorama perebutan percetakan Harian Sinar Matahari di Yogyakarta, kemudian dilanjutkan dengan diorama lain seperti diorama penurunan Bendera Hinomaru dan pengibaran Bendera Merah Putih di Gedung Agung Yogyakarta, pertempuran Kotabaru, Kongres Pemuda Indonesia di Yogyakarta dan diorama lainnya.

Diorama III

Diorama 3 Pasukan Hijrah Samapi Di Yogyakarta

Pada diorama ke tiga ini terdiri dari paling banyaknya minirama yaitu 18, Menggambarkan perjanjian Renville hingga pengakuan kedaulatan RI. Penggambaran diorama Agresi Militer Kedua Belanda, Hijrah Pasukan Siliwangi ke Yogyakarta, diorama pembukaan Pekan Olah Raga Nasional Indonesia Pertama dan diorama lainnya bisa disaksikan ditempat ini.

Diorama IV

Diorama 4 Pelaksanaan Pemilu Pertama Di Yogyakarta

Tujuh minimara gambaran sejarah beberapa peristiwa masa NKRI sampai ORBA (orde Baru) bisa ditemukan di ruangan diorama IV ini. Pengunjung bisa menyaksikan diorama seperti pelaksanaan Pemilu Pertama kali di Yogjakarta, pembukaan Konferensi Tingkat Menteri oleh Presiden Soekarno, pencetusan Tri Komando Rakyat (TRIKORA) dan pidato Presiden Soekarno, dan beberapa diorama peristiwa sejarah ORBA juga bisa ditemukan di ruangan ini.

Selain adanya diorama di ruang pameran, fasilitas yang ada di Benteng Vredeburg juga terbilang cukup lengkap dan memberikan kenyamanan bagi para pengunjung. Ruangan ber AC juga salah satu faktor penambah kenyamanan pengunjung. Fasiltas pendukung lainnya yang tersedia adalah:
– Toilet bersih
– Mushola
– Ruang audio visual
– Tempat makan
– Cafe/Kantin
– Area parkir yang luas
– Spot foto
– Dan masih banyak fasilitas lainnya

Fasilitas Toilet Yang Bersih Vredeburg

BACA JUGA: Kebun Buah Mangunan Jogja, Negeri Diatas Awan Yang Nyata Ada

Lokasi Museum Benteng Vredeburg

Museum Benteng Vredeburg satu ini berlokasi sangat strategis dan mudah untuk ditemukan, berada di tengah kota dan mudah diakses dengan kendaraan pribadi atau angkutan/transportasi umum. Lokasinya yang berada persis di sebelah Kraton Yogyakarta menjadikan tempat ini mudah ditemukan. Beralamat di Jalan Jenderal Ahmad Yani No 6, Yogyakarta, searah dengan Jalan Malioboro dan hanya beberapa kilometer dari Pasar Beringharjo.

Coba lakukan beberapa hal berikut ketika berkunjung ke Museum Benteng Vredeburg ini. Bawa kamera atau ponsel berkamera sehingga bisa mengabadikan momen liburan ditempat ini. Walaupun tempat ini adalah sebuah museum tapi punya banyak spot foto yang menarik. Jelajahi semua ruang pameran yang penuh dengan diorama sejarah perjuangan dan bayangkan dimasa itu kita berada bersama mereka. Jika tidak suka keramaian, datanglah ke museum ini menjelang sore hari. Jika ke Jogja sempatkan untuk mampir ke museum ini, banyak hal yang bisa dipelajari ditempat ini. Setiap langkah didalam museum ini seakan membawa kita kembali ke masa lampau.